
Jika Anda ditanya seseorang tentang ada berapa suku di Indonesia, bagaimana jawaban Anda?
Faktanya adalah Indonesia memiliki lebih dari 1.340 suku bangsa.
Ini menunjukkan keunikan dan kekuatan yang luar biasa.
Menurut data BPS, suku Jawa adalah suku terbesar di Indonesia.
Mereka membentuk sekitar 40,05% dari total penduduk.
Keragaman suku ini membuat Indonesia begitu kaya dan beragam.
Jadi, apa yang membuat keragaman suku bangsa di Indonesia begitu penting?
Mari kita jelajahi lebih lanjut untuk memahami sebaran dan karakteristik suku bangsa di Indonesia.
Jumlah Suku di Indonesia: Fakta dan Data Terkini
Sensus Penduduk sangat penting untuk mengenali jumlah suku di Indonesia.
Data terbaru memberikan informasi yang sangat berharga.
Dengan Sensus Penduduk, kita tahu bagaimana keberagaman suku di Indonesia terbentang dan berubah seiring waktu.
Sensus Penduduk dan Jumlah Resmi Suku di Indonesia
Data suku pertama kali muncul dari Sensus Penduduk (SP) 1930 yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda.
Setelah itu, data terhenti sampai era Orde Baru.
Kemudian, data kembali dikumpulkan pada SP2000 dan SP2010.
Sensus Penduduk 2010 mencatat ada 1.331 kategori suku.
Mereka kemudian dikelompokkan menjadi 633 kelompok suku besar.
Berikut adalah tabel yang menunjukkan data Sensus Penduduk terkait jumlah suku di Indonesia:
| Tahun Sensus | Jumlah Kategori Suku | Jumlah Kelompok Suku Besar |
|---|---|---|
| 1930 | Data awal pencatatan | – |
| 2000 | 934 | – |
| 2010 | 1.331 | 633 |
Perkembangan Jumlah Suku dari Masa ke Masa
Perkembangan jumlah suku di Indonesia terlihat dari Sensus Penduduk yang dilakukan berkala.
Data ini menunjukkan perubahan jumlah suku dan pengaruhnya terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Dengan memahami perkembangan jumlah suku, kita bisa lebih menghargai kekayaan budaya kita.
Kita juga harus berusaha melestarikan budaya untuk generasi yang akan datang.
Sejarah Keberagaman Suku di Nusantara

Keberagaman suku di Indonesia berasal dari sejarah yang panjang dan kompleks.
Migrasi, perdagangan, dan pengaruh budaya luar telah mempengaruhi keragaman suku di Indonesia.
Asal Usul Pembentukan Suku-Suku di Indonesia
Sejak zaman prasejarah, pembentukan suku-suku di Indonesia telah dimulai.
Migrasi penduduk dari Asia Daratan ke Nusantara sangat penting dalam membentuk keragaman suku.
Menurut teori “Out of Taiwan“, nenek moyang masyarakat Austronesia bermigrasi dari Taiwan ke Filipina dan kemudian ke Indonesia sekitar 6.000 tahun yang lalu.
Migrasi ini membawa bahasa, budaya, dan teknologi baru yang berkembang menjadi berbagai suku di Indonesia.
Pengaruh Migrasi dan Perdagangan terhadap Keberagaman Suku
Migrasi dan perdagangan sangat mempengaruhi keragaman suku di Indonesia.
Migrasi membawa budaya, bahasa, dan agama baru yang berinteraksi dengan budaya lokal.
Perdagangan juga penting dalam pertukaran budaya dan ide antara suku di Indonesia dan bangsa lain.
Jalur perdagangan laut yang ramai menghubungkan Indonesia dengan Asia dan dunia, membawa pengaruh budaya yang signifikan.
| Faktor | Pengaruh terhadap Keberagaman Suku |
|---|---|
| Migrasi | Membawa budaya, bahasa, dan agama baru yang berinteraksi dengan budaya lokal. |
| Perdagangan | Pertukaran budaya dan ide antara berbagai suku di Indonesia dan dengan bangsa lain. |
| Pengaruh Budaya Luar | Membentuk keragaman budaya dan tradisi unik di berbagai suku. |
Keberagaman suku di Indonesia merupakan hasil dari proses sejarah panjang dan kompleks.
Faktor seperti migrasi, perdagangan, dan pengaruh budaya luar sangat mempengaruhi keragaman suku di Indonesia.
Ada Berapa Suku di Indonesia Berdasarkan Wilayah?
Indonesia adalah rumah bagi banyak suku yang berbeda.
Mereka tersebar di seluruh wilayah, menciptakan keragaman budaya yang luar biasa.
Persebaran Suku di Pulau Sumatera
Sumatera memiliki banyak suku dengan budaya yang kaya.
Beberapa suku di Sumatera adalah:
- Suku Batak, dikenal dengan budaya dan adat istiadatnya yang kuat.
- Suku Minangkabau, terkenal dengan tradisi matrilineal dan kuliner khas seperti rendang.
- Suku Aceh, yang memiliki sejarah dan budaya Islam yang kaya.
Setiap suku di Sumatera memiliki keunikan dan kontribusi tersendiri dalam membentuk identitas budaya Sumatera.
Persebaran Suku di Pulau Jawa
Pulau Jawa didominasi oleh dua suku besar, yaitu Suku Jawa dan Sunda.
Suku Jawa merupakan suku terbesar di Indonesia, dengan budaya yang sangat beragam.
Mereka memiliki tradisi seperti wayang kulit dan batik.
Suku Sunda, yang terutama berada di Jawa Barat, dikenal dengan tradisi dan kuliner khas seperti karedok.
Persebaran Suku di Kalimantan
Kalimantan dikenal sebagai habitat Suku Dayak.
Mereka terdiri dari berbagai sub-suku dengan adat istiadat dan tradisi yang unik.
Suku Dayak memiliki budaya yang kaya, termasuk upacara adat dan kerajinan tangan.
Persebaran Suku di Sulawesi
Sulawesi adalah rumah bagi berbagai suku, termasuk Suku Bugis dan Toraja.
Suku Bugis dikenal sebagai pelaut ulung dan memiliki tradisi maritim yang kuat.
Suku Toraja terkenal dengan upacara pemakaman yang unik dan kompleks, serta arsitektur rumah adat yang khas.
Dengan keragaman suku di berbagai wilayah, Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya dan tradisi.
Memahami persebaran suku di Indonesia membantu kita menghargai keanekaragaman yang ada.
Suku Terbesar di Indonesia Berdasarkan Populasi

Suku Jawa
Suku Jawa adalah suku terbesar di Indonesia. Mereka memiliki 40,05% dari total penduduk.
Suku Jawa terutama tinggal di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Budaya Suku Jawa sangat kaya.
Mereka menjaga tradisi dan adat istiadat hingga sekarang.
- Persebaran: Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur
- Populasi: Sekitar 40,05% dari total penduduk Indonesia
Suku Sunda
Suku Sunda adalah suku kedua terbesar di Indonesia. Mereka memiliki 15,50% dari total penduduk.
Suku Sunda terutama tinggal di Jawa Barat dan Banten.
Suku Sunda dikenal dengan budaya yang kaya.
Mereka memiliki bahasa dan adat istiadat yang unik.
- Persebaran: Jawa Barat, Banten
- Populasi: Sekitar 15,50% dari total penduduk Indonesia
Suku Batak
Suku Batak adalah salah satu suku besar di Indonesia.
Mereka terutama tinggal di Sumatera Utara.
Suku Batak dikenal dengan adat istiadat yang kuat dan budaya yang kaya.
- Persebaran: Sumatera Utara
- Karakteristik: Adat istiadat yang kuat, budaya yang kaya
Suku Madura: Populasi dan Wilayah
Suku Madura adalah suku besar lainnya di Indonesia.
Mereka terutama tinggal di Pulau Madura dan beberapa wilayah di Jawa Timur.
Suku Madura dikenal dengan budaya dan adat istiadat yang unik.
- Persebaran: Pulau Madura, Jawa Timur
- Populasi: Signifikan di Indonesia
Dengan memahami keberagaman suku di Indonesia, kita bisa menghargai budaya dan adat istiadat yang ada.
Setiap suku memiliki cerita dan warisan budaya yang unik.
Ini menjadikan Indonesia negara yang kaya akan keberagaman.
Berikut ini tabel 10 suku terbesar di Indonesia
| Kelompok Suku | Suku/Sub-Suku/Sub-sub-suku |
| Bali | Bali/Bali Hindu/Bali Majapahit/Baliaga/ Bali Aga/Trunyan |
| Banjar | Banjar/Banjar Kuala/Batang Banyu/Pahuluan |
| Batak | Batak/Batak Tapanuli/Batak Angkola/Karo/Mandailing/Dairi/Batak Pakpak Dairi/Pakpak/Batak Simalungun/Batak Toba |
| Betawi | Betawi |
| Bugis | Bugis/Ugi/Pagatan/Bugis Pagatan/Orang Kajang/Ammatowa/Amatoa/Tolotang |
| Jawa | Jawa/Samin/Tengger/Nagaring/Nagarigung |
| Madura | Madura |
| Melayu | Melayu/Melayu Asahan/Asahan/Melayu Langkat/Langkat/Melayu Deli/Melayu Riau/Melayu Banyu Asin/Melayu Lahat/Kikim/Lematang/Lintang/Pasemah/Gumai/Kisam/Serawai/Semendo/Melayu Semendo/Semidang/Melayu Pontianak/Melayu Sambas/Jambi/Bengkulu |
| Minangkabau | Minangkabau |
| Sunda | Sunda/Naga |
Suku di Indonesia dan Asalnya

Di Indonesia, banyak suku dengan sejarah dan asal usul yang kaya.
Lebih dari 300 suku tersebar di seluruh Nusantara.
Ini membuat keberagaman budaya Indonesia sangat menarik.
Suku-Suku di Sumatera dan Asal Usulnya
Sumatera punya banyak suku dengan budaya unik.
Beberapa suku di antaranya adalah:
- Suku Batak, dikenal dengan budaya dan tradisi uniknya.
- Suku Minangkabau, terkenal dengan adat matrilinealnya.
- Suku Melayu, memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan di Sumatera.
- Suku Gayo, mendiami wilayah Aceh dan memiliki budaya kaya.
Suku-Suku di Jawa dan Bali
Jawa dan Bali punya banyak suku dengan keberagaman yang luar biasa.
Beberapa suku di antaranya adalah:
- Suku Jawa, salah satu suku terbesar di Indonesia.
- Suku Sunda, memiliki budaya dan tradisi unik.
- Suku Madura, dikenal dengan keberanian dan kekuatan mereka.
- Suku Bali, terkenal dengan keindahan alam dan budaya spiritualnya.
Suku-Suku di Kalimantan dan Sulawesi
Kalimantan dan Sulawesi punya banyak suku dengan budaya kaya.
Beberapa suku di antaranya adalah:
- Suku Dayak, mendiami wilayah Kalimantan dan memiliki budaya kaya.
- Suku Bugis, terkenal dengan kemampuan maritim dan perdagangan mereka.
- Suku Toraja, dikenal dengan tradisi dan upacara kematian yang unik.
Suku-Suku di Indonesia Bagian Timur
Di Indonesia bagian timur, banyak suku dengan budaya unik.
Beberapa suku di antaranya adalah:
- Suku Papua, mendiami wilayah Papua dan memiliki budaya unik.
- Suku Maluku, terkenal dengan kemampuan maritim dan perdagangan mereka.
- Suku Timor, memiliki budaya dan tradisi yang kaya.
Keunikan Budaya dari Berbagai Suku di Indonesia

Indonesia kaya akan keberagaman suku yang menciptakan berbagai budaya unik.
Setiap suku memiliki ciri khas budaya yang berbeda.
Ini membuat Indonesia begitu menarik untuk dijelajahi.
Bahasa dan Dialek Suku-Suku di Indonesia
Bahasa dan dialek sangat penting dalam budaya suku-suku Indonesia.
Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa yang digunakan.
Ini menunjukkan kekayaan linguistik yang luar biasa.
Di Pulau Jawa, misalnya, terdapat bahasa dan dialek yang berbeda.
Bahasa Jawa memiliki dialek yang berbeda di setiap wilayah.
Adat Istiadat dan Tradisi Unik
Adat istiadat dan tradisi unik juga penting dalam budaya Indonesia.
Anda bisa melihat upacara adat yang spektakuler, seperti upacara pernikahan adat Jawa atau Sunda.
Upacara ini penuh dengan simbolisme dan makna mendalam.
Beberapa suku memiliki tradisi unik, seperti ritual keagamaan atau perayaan tahunan.
Misalnya, suku Dayak di Kalimantan memiliki ritual Mandau yang menjadi bagian dari upacara adat mereka.
Seni dan Kerajinan Khas Suku-Suku di Indonesia
Seni dan kerajinan khas juga membuat budaya suku-suku di Indonesia kaya.
Anda bisa menemukan berbagai jenis kerajinan tangan, seperti anyaman, ukiran, dan tenunan.
Kerajinan ini dibuat dengan teknik turun-temurun.
Contohnya, suku Toraja di Sulawesi terkenal dengan ukiran kayu yang indah.
Sementara suku Sasak di Lombok terkenal dengan kerajinan tenun mereka yang berwarna-warni.
Setiap kerajinan memiliki cerita dan makna yang terkait dengan kehidupan sehari-hari dan kepercayaan suku tersebut.
Suku Asli Indonesia yang Terancam Punah
Suku-suku asli Indonesia menghadapi ancaman kepunahan.
Mereka tinggal di daerah terpencil dan terisolasi.
Ini membuat mereka rentan terhadap pengaruh luar yang mengancam budaya dan tradisi mereka.
Faktor Penyebab Kepunahan Suku
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan kepunahan suku asli Indonesia.
Faktor-faktor ini termasuk modernisasi, asimilasi, dan perubahan lingkungan.
- Modernisasi mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk suku-suku asli. Ini bisa menyebabkan hilangnya identitas budaya mereka.
- Asimilasi dengan budaya lain membuat suku-suku minoritas kehilangan ciri khas mereka.
- Perubahan lingkungan, seperti deforestasi dan pembangunan infrastruktur, mengancam habitat dan cara hidup suku-suku terisolasi.
Upaya Pelestarian Suku-Suku Minoritas
Untuk melestarikan suku-suku minoritas, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan.
Salah satunya adalah melalui program-program pelestarian budaya dan tradisi.
- Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya suku-suku minoritas.
- Pemberdayaan ekonomi suku-suku minoritas melalui pengembangan pariwisata budaya yang bertanggung jawab.
- Pengembangan program-program pelestarian bahasa dan tradisi lisan suku-suku asli.
Dengan kerja sama, kita bisa melestarikan keberagaman budaya Indonesia. Kita juga bisa mencegah kepunahan suku-suku asli.
Kebijakan Pemerintah dalam Melestarikan Keberagaman Suku
Keberagaman suku di Indonesia sangat penting bagi pemerintah.
Mereka telah membuat berbagai kebijakan untuk menjaga keberagaman ini.
Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen menjaga warisan budaya yang kaya ini.
Program Pemerintah untuk Menjaga Eksistensi Suku-Suku
Pemerintah Indonesia membuat beberapa program untuk melestarikan keberagaman suku.
Program ini mencakup pendidikan, pelestarian adat istiadat, dan pengembangan ekonomi lokal.
- Pendidikan budaya di sekolah-sekolah
- Pelestarian bahasa dan dialek suku
- Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata budaya
- Dukungan untuk pengrajin dan seniman lokal
Berikut adalah tabel yang menunjukkan beberapa program pemerintah untuk melestarikan keberagaman suku:
| Program | Tujuan | Lokasi |
|---|---|---|
| Pendidikan Budaya | Meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya lokal | Seluruh Indonesia |
| Pelestarian Bahasa dan Dialek | Mendokumentasikan dan melestarikan bahasa dan dialek suku | Daerah dengan suku minoritas |
| Pembangunan Infrastruktur Pariwisata | Meningkatkan fasilitas pariwisata untuk mendukung ekonomi lokal | Daerah wisata budaya |
Tantangan dalam Pelestarian Keberagaman Suku
Walaupun pemerintah telah berusaha keras, masih ada tantangan dalam melestarikan keberagaman suku.
Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya lokal.
Selain itu, sumber daya yang tersedia untuk mendukung program pelestarian juga terbatas.
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Dengan kerja sama yang solid, diharapkan keberagaman suku di Indonesia dapat terus terjaga.
Ini akan menjadi sumber kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
Nilai Tambah Keberagaman Suku Indonesia bagi Pariwisata

Sebagai wisatawan, Anda bisa menikmati keberagaman suku di Indonesia.
Lebih dari 300 suku bangsa ini menawarkan pengalaman budaya yang unik bagi para pengunjung.
Desa Wisata Budaya di Berbagai Daerah
Desa wisata budaya adalah cara terbaik untuk mengalami kehidupan suku-suku di Indonesia.
Dengan mengunjungi desa-desa ini, wisatawan bisa melihat adat istiadat dan gaya hidup masyarakat lokal.
Contoh desa wisata budaya yang populer adalah Desa Penglipuran di Bali. Desa ini dikenal dengan keaslian dan keindahan alamnya. Lalu ada Desa Wae Rebo di Flores, terkenal dengan rumah adat tradisionalnya.
- Desa Penglipuran, Bali
- Desa Wae Rebo, Flores
- Desa Tomohon, Sulawesi Utara
Festival dan Perayaan Budaya Suku-Suku di Indonesia
Festival dan perayaan budaya adalah kesempatan untuk menyaksikan kekayaan budaya suku-suku di Indonesia.
Berbagai festival diadakan sepanjang tahun.
Mereka menampilkan tarian, musik, dan ritual adat.
Contoh festival budaya yang terkenal adalah Festival Tomohon International Flower Festival di Sulawesi Utara.
Ada juga Festival Danau Sentani di Papua.
Museum dan Pusat Kebudayaan Suku-Suku Indonesia
Museum dan pusat kebudayaan adalah tempat ideal untuk mempelajari sejarah dan budaya suku-suku di Indonesia.
Wisatawan bisa menemukan artefak, pakaian adat, dan peralatan tradisional.
Museum Nasional di Jakarta dan Museum Bali di Denpasar adalah contoh museum yang memiliki koleksi luas mengenai budaya Indonesia.
- Museum Nasional, Jakarta
- Museum Bali, Denpasar
- Museum Papua, Jayapura
Perubahan Demografi Suku-Suku di Indonesia di Era Modern
Modernisasi telah mengubah lanskap demografi suku-suku di Indonesia secara signifikan.
Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk urbanisasi, perkawinan antar-suku, dan kemajuan teknologi.
Urbanisasi dan Dampaknya terhadap Persebaran Suku
Urbanisasi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi perubahan demografi suku-suku di Indonesia.
Banyak masyarakat suku yang berpindah ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan dan pendidikan yang lebih baik.
Urbanisasi ini membawa dampak signifikan terhadap persebaran suku di Indonesia.
Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menjadi pusat pertemuan berbagai suku, menciptakan masyarakat yang lebih beragam.
| Kota | Suku Dominan | Suku Minoritas |
|---|---|---|
| Jakarta | Jawa, Betawi | Sunda, Batak, Minangkabau |
| Surabaya | Jawa | Madura, Tionghoa, Arab |
| Bandung | Sunda | Jawa, Minangkabau, Batak |
Perkawinan Antar-Suku dan Identitas Baru
Perkawinan antar-suku juga berperan dalam perubahan demografi suku-suku di Indonesia.
Banyak individu yang memilih pasangan dari suku yang berbeda, menciptakan keluarga dengan latar belakang budaya yang beragam.
Hal ini dapat mengarah pada pembentukan identitas baru yang memadukan berbagai tradisi dan budaya suku.
Teknologi dan Media Sosial dalam Pelestarian Budaya Suku
Teknologi dan media sosial telah menjadi alat penting dalam pelestarian budaya suku di era modern.
Banyak komunitas suku yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan melestarikan budaya mereka.
Platform seperti Instagram, YouTube, dan Facebook digunakan untuk membagikan tradisi, bahasa, dan cerita suku kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Kesimpulan
Keberagaman suku di Indonesia adalah kekuatan dan keunikan bangsa kita.
Kita harus melestarikan budaya dan tradisi suku.
Ini penting untuk menjaga keunikan dan kekuatan bangsa Indonesia.
Di beberapa dekade terakhir, Indonesia mengalami perubahan besar.
Ini termasuk urbanisasi dan perkawinan antar-suku.
Hal ini menciptakan identitas baru dan memperkaya keberagaman suku di Indonesia.
Pemerintah telah membuat berbagai program untuk melestarikan keberagaman suku.
Ini termasuk pengembangan desa wisata budaya dan festival budaya.
Anda bisa membantu melestarikan warisan budaya Indonesia dengan mengunjungi desa wisata dan mengikuti festival budaya.
Kita harus memastikan keberagaman suku di Indonesia tetap berharga.
Mari kita lestarikan budaya dan tradisi suku untuk generasi mendatang.
Daftar Sebaran Suku Di Indonesia Dikutip dari Laman Wikipedia
Aceh
- Suku Aceh
- Suku Alas
- Suku Aneuk Jamee
- Suku Devayan
- Suku Gayo
- Suku Haloban
- Suku Kluet
- Suku Lekon
- Suku Pakpak (Boang)
- Suku Sigulai
- Suku Singkil
- Suku Tamiang
Sumatera Utara
- Suku Batak
- Suku Angkola
- Suku Karo
- Suku Mandailing
- Suku Pakpak
- Suak Boang
- Suak Kelasen
- Suak Keppas
- Suak Pegagan
- Suak Simsim
- Suku Simalungun
- Suku Toba
- Suku Minangkabau
- Suku Pesisir
- Suku Melayu
- Melayu Asahan
- Melayu Batubara
- Melayu Deli
- Melayu Langkat
- Melayu Serdang
- Suku Nias
- India-Indonesia
- Suku Tamil
- Suku Punjab
- Tionghoa-Indonesia
- Hokkian
- Hakka
- Kanton
- Tiochiu
Sumatera Barat
- Suku Minangkabau
- Suku Mentawai
- India-Indonesia
Riau
- Suku Anak Rawa
- Suku Angkola
- Suku Mandailing
- Suku Melayu
- Suku Sakai
- Suku Talang Mamak
- Tionghoa-Indonesia
Kepulauan Riau
- Suku Melayu
- Suku Laut (Orang Laut/Orang Sampan)
- Orang Barok
- Orang Bentan (punah)
- Orang Bulang (punah)
- Orang Galang (punah)
- Orang Kanaq (sekarang menetap di Malaysia)
- Orang Ladi (punah)
- Orang Laut Kappir (sekarang menetap di Thailand)
- Orang Mantang
- Orang Mepar (punah)
- Orang Moro (punah)
- Orang Muka Kuning (punah)
- Orang Nanga
- Orang Posik (Pusek/Persik)
- Orang Sebarok
- Orang Sengkanak
- Orang Sugi (punah)
- Orang Tambus
- Orang Teluk Nipah
- Orang Trong (punah)
- Suku Tionghoa
- Hokkian
- Hakka
- Tiochiu
- Hainan
Sumatera Bagian Selatan
- Suku Abung
- Suku Ameng Sewang
- Suku Anak Dalam
- Suku Anak Dalam Batin Sembilan
- Arab Indonesia
- Suku Belalau
- Suku Cikoneng
- Suku Enggano
- Suku Kedurang Padang Guci
- Suku Kerinci
- Suku Kisam
- Suku Komering
- Suku Daya
- Suku Kayu Agung
- Suku Pedamaran
- Suku Krui
- Suku Lampung
- Suku Mapur
- Suku Melayu
- Suku Melayu Palembang
- Suku Melayu Bangka
- Suku Melayu Bengkulu
- Suku Melayu Jambi
- Suku Melayu Besemah
- Suku Melayu Duano
- Suku Melayu Enim
- Suku Melayu Kikim
- Suku Melayu Lahat
- Suku Melayu Lematang
- Suku Melayu Lembak
- Suku Melayu Lintang
- Suku Melayu Kaur
- Suku Melayu Rawas
- Suku Melayu Batin
- Suku Melayu Rambang
- Suku Melayu Ogan
- Suku Melayu Musi
- Suku Melayu Pegagan
- Suku Melayu Penesak
- Suku Melayu Banyuasin
- Suku Melayu Belitung
- Suku Melayu Selapan
- Suku Melinting
- Suku Merpas
- Suku Muko-muko
- Suku Pekal
- Suku Peminggir
- Suku Pindah
- Suku Pubian
- Suku Ranau
- Suku Rejang
- Suku Saling
- Suku Sekak
- Suku Semaka
- Suku Semendo
- Suku Serawai
- Suku Smoung
- Suku Suban
- Suku Sungkai
- Suku Tulang Bawang
- Suku Way Handak/Darah Putih
- Suku Way Kanan
- Suku Way Lima
- Tionghoa Indonesia
DKI Jakarta
- Suku Betawi
- Suku Sunda
- Portugis / Tugu / Mardijkers
- Suku Jawa
- Orang Belanda Depok
- Suku Melayu
- Suku Arab
- Keturunan Armenia
- Pakistan Indonesia
- Suku Tionghoa
- Hokkian
- Hakka
- Kanton
- Suku Batak
- Suku Minangkabau
- Suku India
- Suku Tamil
- Suku Punjab
- Suku Jepang
- Suku Korea
Jawa Barat
- Suku Sunda
- Suku Betawi
- Suku Jawa
- Suku Cirebon
- Suku Ciptagelar
- Suku Melayu
- Keturunan Belanda
- Arab Indonesia
- Tionghoa Indonesia
Banten
- Suku Badui
- Suku Banten
- Suku Lampung Cikoneng
- Suku Betawi
- Suku Melayu
Jawa Tengah
- Suku Jawa
- Suku Sunda
- Suku Samin
- Suku Melayu
- Suku Arab
- Pakistan Indonesia
- Suku Tionghoa
- Hokkian
- Hakka
Jawa Timur
- Suku Jawa
- Suku Tengger
- Suku Osing
- Suku Madura
- Suku Bawean
- Suku Madura Pendalungan
- Suku Samin
- Suku Arab
- Suku Tionghoa
- Hokkian
- Hakka
- Suku Melayu
- Yahudi Surabaya
- Orang Indo Eropa
- Pakistan Indonesia
Kalimantan Barat
- Suku Melayu
- Suku Melayu Pontianak
- Suku Melayu Sambas
- Suku Melayu Sekadau
- Suku Melayu Singkawang
- Suku Melayu Mempawah
- Suku Melayu Kayong
- Suku Melayu Sintang
- Suku Melayu Ngabang
- Suku Melayu Sanggau
- Suku Melayu Kapuas Hulu
- Suku Melayu Kubu Raya
- Suku Melayu Bengkayang
- Suku Melayu Melawi
- Suku Melayu Tayan
- Suku Dayak
- Suku Dayak Badamea
- Suku Dayak Bukit
- Suku Dayak Bakati Rara
- Suku Dayak Babak
- Suku Dayak Benuaq
- Suku Dayak Badat
- Suku Dayak Barai
- Suku Dayak Bangau
- Suku Dayak Batu Entawa
- Suku Dayak Benawas
- Suku Dayak Bukat
- Suku Dayak Banjur
- Suku Dayak Baginci
- Suku Dayak Bakumpai
- Suku Dayak Krio
- Suku Dayak Kendawangan
- Suku Dayak Tulak
- Suku Dayak Kecurapan
- Suku Dayak Semandang
- Suku Dayak Kuwalan
- Suku Dayak Laor
- Suku Dayak Entungau
- Suku Dayak Ella
- Suku Dayak Galik
- Suku Dayak Gun
- Suku Dayak Iban
- Suku Dayak Inggar Silat
- Suku Dayak Jangkang
- Suku Dayak Jawatn
- Suku Dayak Kalis
- Suku Dayak Kantuk
- Suku Dayak Kayan
- Suku Dayak Kayan Mendalam
- Suku Dayak Kayanan
- Suku Dayak Kebahan
- Suku Dayak Katab Kebahan
- Suku Dayak Kede
- Suku Dayak Keluas
- Suku Dayak Kepuas
- Suku Dayak Kerabat
- Suku Dayak Kerabat Ulu Sekado
- Suku Dayak Kendayan
- Suku Dayak Keninjal
- Suku Dayak Kubitn
- Suku Dayak Kerambai
- Suku Dayak Ketungau
- Suku Dayak Ketungau Sesat
- Suku Dayak Ketungau Banyur
- Suku Dayak Kenyah
- Suku Dayak Klemantan
- Suku Dayak Kancing
- Suku Dayak Lamantawa
- Suku Dayak Pos
- Suku Dayak Nyadup
- Suku Dayak Pangin
- Suku Dayak Punti
- Suku Dayak Randuk
- Suku Dayak Ribun
- Suku Dayak Cempedek
- Suku Dayak Dalam
- Suku Dayak Darat
- Suku Dayak Darok
- Suku Dayak Desa
- Suku Dayak Kopak
- Suku Dayak Koyon
- Suku Dayak Lara
- Suku Dayak Senunang
- Suku Dayak Sisang
- Suku Dayak Suhaid
- Suku Dayak Silath Muntok
- Suku Dayak Sungkung
- Suku Dayak Limbai
- Suku Dayak Limbai Kelaet
- Suku Dayak Linoh
- Suku Dayak Maloh
- Suku Dayak Mayau
- Suku Dayak Mentebak
- Suku Dayak Menterap Kabut
- Suku Dayak Mentuka
- Suku Dayak Menyangka
- Suku Dayak Sani
- Suku Dayak Seberuang
- Suku Dayak Sekajang
- Suku Dayak Selayang
- Suku Dayak Selimpat
- Suku Dayak Dusun
- Suku Dayak Embaloh
- Suku Dayak Empayuh
- Suku Dayak Engkarong
- Suku Dayak Ensanang
- Suku Dayak Menyanya
- Suku Dayak Merau
- Suku Dayak Mualang
- Suku Dayak Muara
- Suku Dayak Muduh
- Suku Dayak Muluk
- Suku Dayak Muntok
- Suku Dayak Ngalampan
- Suku Dayak Ngamukit
- Suku Dayak Nganayat
- Suku Dayak Panu
- Suku Dayak Pengkedang
- Suku Dayak Pompang
- Suku Dayak Pangkodatn
- Suku Dayak Senangkan
- Suku Dayak Suruh
- Suku Dayak Sane
- Suku Dayak Tabuas
- Suku Dayak Taman
- Suku Dayak Taman Kapuas
- Suku Dayak Tamambaloh
- Suku Dayak Tingui
- Suku Dayak Bidayuh
- Suku Dayak Bisomu
- Suku Dayak Tobak
- Suku Dayak Mali
- Suku Dayak Banyuke
- Suku Dayak Pandu
- Suku Dayak Kerambai
- Suku Dayak Kanayatn
- Suku Dayak Bekati
- Suku Dayak Benyadu
- Suku Dayak Ahe
- Suku Dayak Suu’yuk Hulu
- Suku Dayak Punan
- Suku Dayak Kenyilu
- Suku Dayak Ransa
- Suku Dayak Sawe
- Suku Dayak Pesaguan
- Suku Dayak Koman
- Suku Dayak Maamp
- Suku Dayak Simpakng
- Suku Dayak Kembayan
- Suku Dayak Kayong
- Suku Dayak Jelai
- Suku Dayak Sebaruk
- Suku Dayak Ngaju
- Suku Dayak Sadaniang
- Suku Dayak Salako
- Suku Tionghoa
- Suku Tionghoa Hakka
- Suku Tionghoa Tiochiu
- Suku Jawa
- Suku Bugis
- Suku Sunda
- Suku Madura
- Suku Batak
- Suku Minang
- Suku Banjar
- Suku Palembang
- Suku Aceh
- Suku Minahasa
- Suku Betawi
- Suku Bali
- Suku Sasak
- Suku Arab
- Suku Maluku
- Suku jambi
- Suku Lampung
- Suku Bima
- Suku Flores
- Suku Toraja
- Suku Papua
- Suku Kayau
- Suku Ulu Aer
- Suku Manyuke
- Suku Mbaluh
- Suku Tidung
- Suku Bulungan
Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan
- Suku Banjar
- Banjar Kuala
- Banjar Pahuluan
- Banjar Batang Banyu
- Suku Dayak
- Dayak Abal
- Dayak Bakumpai
- Dayak Berangas
- Dayak Meratus
- Dayak Dusun Deyah
- Dayak Bentian
- Dayak Bawo
- Dayak Lawangan
- Dayak Maanyan
- Dayak Ngaju
- Suku Dayak Ot Danum
- Suku Dayak Siang Murung
- Dayak Taboyan
- Suku Bugis
- Orang Bugis Pagatan
- Suku Melayu
- Arab Indonesia
- Suku Laut
- Suku Balangan
- Suku Aba
- Suku Kapuas
- Suku Dusun
- Suku Katingan
Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara
- Suku Paser
- Suku Kutai
- Suku Banjar
- Suku Berau
- Suku Balik
- Suku Dayak
- Auheng
- Huang Tering
- Oheng
- Abai
- Jalan
- Touk
- Baka
- Kayan
- Tukung
- Bakung
- Kenyah
- Basap
- Merap
- Benuaq
- Punan
- Seputan
- Bem
- Tahol
- Tingalan
- Tidung
- Timai
- Penihing
- Tunjung
- Saq
- Kulit
- Berusu
- Bulungan
- Long Gelat
- Busang
- Long Paka
- Modang
- Suku Melayu
Ibukota Nusantara
- Suku Banjar
- Suku Balik
- Suku Paser
- Suku Kutai
- Suku Melayu
Bali dan NTB
- Suku Bali
- Suku Bali Aga
- Suku Bali Majapahit
- Suku Bali Nusa
- Suku Bali Mula
- Suku Jawa
- Suku Osing
- Suku Melayu Loloan
- Suku Nyama Selam
- Suku Sasak
- Suku Bayan
- Suku Dompu
- Suku Donggo
- Suku Kore
- Suku Nata
- Suku Mbojo
- Suku Sumbawa
- Tionghoa-Indonesia
- Orang Bule
- Jepang Indonesia
NTT
- Suku Abui
- Suku Alor
- Suku Anas
- Suku Atanfui
- Suku Atoni
- Suku Babui
- Suku Bajawa
- Suku Bakifan
- Suku Blaga
- Suku Boti
- Suku Bunak
- Suku Deing
- Suku Ende
- Suku Faun
- Suku Hanifeto
- Suku Helong
- Suku Kabola
- Suku Karera
- Suku Kawel
- Suku Kedang
- Suku Kemak
- Suku Kemang
- Suku Keo
- Suku Kolana
- Suku Komodo
- Suku Kramang
- Suku Kui
- Suku Labala
- Suku Lamaholot
- Suku Lamakera
- Suku Lamalera
- Suku Lemma
- Suku Lio
- Suku Manggarai
- Suku Maung
- Suku Mela
- Suku Muhang
- Suku Nage
- Suku Ngada
- Suku Noenleni
- Suku Rajong
- Suku Rembong
- Suku Riung
- Suku Rongga
- Suku Rote
- Suku Sabu
- Suku Sika
- Suku Sumba
- Suku Tetun
- Suku Marae
Sulawesi Utara
- Suku Babontehu
- Suku Bantik
- Suku Bolaang Uki
- Suku Borgo
- Keturunan Yahudi Belanda
- Sangir-Filipina
- Suku Kaidipang
- Suku Mongondow
- Suku Ponosakan
- Suku Ratahan
- Suku Sangir
- Suku Talaud
- Suku Tombulu
- Suku Tonsawang
- Suku Tonsea
- Suku Tonteboran
- Suku Toulour
Gorontalo
- Suku Gorontalo
- Suku Polahi
- Suku Bolango
- Suku Suwawa
- Suku Atinggola
- Suku Limboto
Sulawesi Tengah
- Suku Bada
- Suku Bajau
- Suku Balaesang
- Suku Balantak
- Suku Banggai
- Suku Bare’e
- Suku Bugis
- Suku Bungku
- Suku Buol
- Suku Makassar
- Suku Dampelas
- Suku Dondo
- Suku Gorontalo
- Suku Kaili
- Suku Kulawi
- Suku Lage
- Suku Lore
- Suku Pamona
- Suku Poso Pesisir
- Suku Saluan
Sulawesi Tenggara
- Suku Bajau
- Suku Bugis
- Suku Buton
- Suku Labeau
- Suku Moronene
- Suku Muna
- Suku Tomboki
- Suku Tolaki
- Suku Wakatobi
- Suku Wawonii
- Suku Wolio
- Suku Makassar
Sulawesi Barat
- Suku Bunggu
- Suku Dakko
- Suku Mamasa
- Suku Mandar
- Suku Pattae
- Suku Pannei
- Suku Pattinjo
Sulawesi Selatan
- Suku Bentong
- Suku Limolang atau Suku Limola
- Suku Makassar
- Suku Massenrempulu
- Suku Duri
- Suku Daya Selayar
- Suku Bugis
- Suku Toala
- Suku Toraja
- Suku Oro
- Suku Bajau
- Suku Rampi
- Suku Seko
- Suku Kajang
Maluku dan Maluku Utara
- Suku Alune
- Suku Ambelau
- Suku Ambon
- Suku Arab-Indonesia
- Suku Aru
- Suku Babar
- Suku Bacan
- Suku Banda
- Suku Bati
- Suku Bobot
- Suku Buli
- Suku Buru
- Suku Fordata
- Suku Galela
- Suku Gamkonora
- Suku Gane
- Suku Gebe
- Suku Gorom
- Suku Haruku
- Suku Hitu
- Suku Ibu
- Suku Jailolo
- Suku Kayeli
- Suku Kei
- Suku Kisar
- Suku Leti
- Suku Lisela
- Suku Loloda
- Suku Lumoli
- Suku Maba
- Suku Makian
- Suku Manipa
- Suku Manusela
- Suku Mare
- Suku Mausu Ane
- Suku Modole
- Suku Moro
- Suku Nuaulu
- Suku Pagu
- Suku Patani
- Suku Pelauw
- Suku Rana
- Suku Sahu
- Suku Sawai
- Suku Seram
- Suku Sula
- Suku Taliabu
- Suku Tanimbar
- Suku Ternate
- Suku Tidore
- Suku Tobaru
- Suku Tobelo
- Suku Togutil
- Suku Wemale
- Suku Wai Apu
- Suku Wai Loa
- Suku Weda
Pulau Papua
- Aero
- Airo Sumaghaghe
- Airoran
- Ambai
- Amberboken
- Amungme
- Dera
- Edopi
- Eipomek
- Ekagi
- Ekariasu
- Emumu
- Enggros
- Eritai
- Fayu
- Foua
- Gebe
- Gresi
- Hattam
- Humboltd
- Hupla
- Inanusatan
- Irarutu
- Isirawa
- Iwur
- Jaban
- Jair
- Kabari
- Kaeti
- Pisa
- Sailolof
- Samarokena
- Sapran
- Sawung
- Wanggom
- Wano
- Waris
- Watopen
- Arfak
- Asmat
- Baudi
- Berik
- Bgu
- Biak
- Borto
- Buruai
- Kais
- Kalabra
- Kimberau
- Komoro
- Kapauku
- Kiron
- Kasuweri
- Kaygir
- Kembrano
- Kemtuk
- Ketengban
- Kimaghama
- Kimyal
- Kokida
- Kombai
- Korowai
- Kupul
- Kurudu
- Kwerba
- Kwesten
- Lani
- Maden
- Sawuy
- Sentani
- Silimo
- Tabati
- Tehid
- Wodani
- Ayfat
- Yahrai
- Yaly
- Auyu
- Citak
- Damal
- Dem
- Dani
- Demisa
- Demtam
- Mairasi
- Mandobo
- Maniwa
- Mansim
- Manyuke
- Mariud Anim
- Meiyakh
- Meybrat
- Mimika
- Moire
- Mombum
- Moni
- Mooi
- Mosena
- Murop
- Muyu
- Nduga
- Ngalik
- Ngalum
- Nimboran
- Palamui
- Palata
- Timorini
- Uruway
- Waipam
- Waipu
- Wamesa
- Yapen
- Yagay
- Yey
- Anu
- Baso
- Yaur
