5 Cara Mendapatkan Ide Menulis Setiap Hari

5 Cara Mendapatkan Ide Menulis yang Dapat Anda Gunakan Setiap Hari

Setiap artikel yang kita baca pasti ada penulisnya.

Dulu, sih, saya sering berpikir, “Ah, menulis begini saya juga bisa”.

Kenyataannya, tidak semudah itu, Ferguso.

Ibarat pepatah, “Setiap orang bisa menyanyi tapi tidak semua orang bisa menyanyi dengan baik dan benar”.

Begitu juga menulis.

Semua orang bisa menulis.

Bisa mengetik, lebih tepatnya.

 

“Jangan sepelekan pekerjaan penulis!”, begitu kata guru saya. Dulu saya menelan kalimat itu mentah-mentah, setelah dewasa saya memahaminya. Menjadi penulis itu tidak mudah. Mereka harus selalu mencari ide untuk tulisan mereka. Se-ti-ap ha-ri. Tapi, bagaimana caranya mendapatkan ide menulis setiap hari?

 

Tapi, tidak semua orang bisa menulis menggunakan ejaan yang baik, bahasa yang mudah dipahami, dan satu yang paling penting itu.

Ide menulis.

Istilah kekiniannya, sih, konten.

Ini juga yang menjadi alasan penulis disamakan dengan desainer.

Keduanya bekerja di bidang yang mirip, menuangkan ide ke dalam bentuk yang disukai orang.

Tapi, kadang untuk memulai menulis, ada masalah yang berkaitan dengan hal ini.

Saya pernah melatih seseorang untuk menulis agar ia tidak hanya menganggur ketika liburan.

Apa jawabnya?

“Aku nggak punya ide mau nulis apa?!”

Ah~ I see.

Bisa dibilang ini adalah masalah utama penulis pemula yang juga sering menghantui penulis pro.

Saya bukan pro, sih.

Tapi, saya sering menulis.

Hampir setiap hari pekerjaan saya bersinggungan dengan tulis menulis.

Karenanya, di artikel ini saya akan membagikan tips gratis untuk Anda.

 

Tips Mendapatkan Ide Menulis Setiap Hari:

1. Manfaatkan Social Media

Social Media  adalah dunia lain.

Di dunia ini Anda bisa menemukan dan mengetahui banyak hal.

Sewaktu instagram sedang booming, seseorang bisa “bermain” di IG lebih dari sejam, lho.

Sekarang juga masih, ya?

Apa jangan-jangan Anda tidak sadar?

Hehe. Saya juga kadang begitu.

Itulah magisnya social media.

Tapi, jangan hanya sekadar tahu, ya.

Action, dong.

Di media sosial saat ini sudah ada fitur trending on.

Lebih mudahnya, Anda bisa cari di twitter.

Setiap hari selalu ada yang trending.

Trending ini maksudnya “yang sedang panas”, alias, sedang banyak dibicarakan orang.

Misalnya, yang kemarin sedang trending adalah #covid19.

Dari hal trending ini, Anda bisa kembangkan menjadi sebuah tulisan.

Anda bisa menulis tentang definisi covid19, sejarahnya, hingga perkembangannya saat ini.

 

 

2. Mengumpulkan Pertanyaan

Seorang guru selalu senang dengan siswa yang bertanya.

Karena itu tandanya ia membaca dan belajar.

Hampir sama dengan penulis.

Penulis suka dengan pertanyaan.

Bagi mereka, sebuah pertanyaan bisa memunculkan sebuah ide menulis.

Misalnya, nih, Anda sedang WFH sekarang.

Sudah lebih dari sebulan pula.

Lalu, teman Anda bertanya.

“Kamu udah bosen belum?”

Anda sadar, pasti banyak orang yang bertanya hal ini.

Entah pada diri sendiri atau pada orang lain.

Dari sebuah pertanyaan itu, Anda bisa membuat sebuah artikel.

Isinya tentu saja jawaban dari pertanyaan itu.

Atau bahkan, solusinya versi Anda.

Cukup jelas?

Belum?

Oke saya beri contoh.

Misalnya, artikel dengan judul “Tips Agar Tidak Bosan Saat WFH”.

 

3. Menjadi Pendengar

Manusia itu banyak maunya.

Iya atau benar?

Tapi, dari kemauan-kemauan itu terciptalah kreativitas.

Bagi seorang penulis, ini benar.

Terutama penulis konten.

Dengan kata lain, seorang penulis itu wajib mendengar.

Menjadi pendengar.

Kok bisa?

Coba Anda lihat di Youtube.

Para content creator biasanya dengan terang-terangan meminta pada viewersnya.

Mau bahas apa lagi, nih?

Intinya, sih, begitu.

Bukan berarti mereka kehabisan ide, ya.

Tapi, mereka ingin mendengar permintaan viewers.

Jadi, ketika video sudah uploaded, sudah pasti banyak viewersnya.

Dan, bisa langsung trending.

Karena hal yang diinginkan juga pasti ditunggu.

Ketika sudah ada, pasti langsung ditonton.

Hal seperti ini juga bisa diterapkan untuk penulis yang ingin menaikkan traffic blognya.

Bagaimana dengan pemula?

Tentu bisa.

Apa, sih, yang paling diinginkan penulis selain pembaca?

Bahkan dari permintaan pembaca, penulis bisa menemukan banyak ide menarik lainnya.

Sekali dayung, dua tiga pulau pun terlampaui.

 

4. Brainstorming to Discuss

Wuih.

Keren, ya, istilahnya?

Apa, sih, maksudnya?

Maksudnya, Anda bisa berdiskusi dengan orang lain tentang sesuatu yang bermanfaat dengan topik tertentu.

Sederhananya, “mencari tahu sambil ngobrol“.

Dengan siapa?

Tentu dengan orang yang ahli.

Bingung?

Saya perjelas dengan contoh sederhana, ya.

Misalnya. suatu hari ibu Anda sedang curhat.

Duh, kok, harga sembako pada naik, sih?”

Besoknya Anda mendengar percakapan yang sama antara ibu Anda dan tetangga Anda.

Tambahannya, mereka berspekulasi tanpa ada bukti dan data yang pasti.

Hal ini menggelitik jiwa Anda.

Akhirnya, Anda melakukan tindakan yang mungkin belum dilakukan oleh para ibu.

Bertanya langsung ke pedagang sembako.

Tentu saja bukan sekadar satu pertanyaan lalu selesai, ya.

Bisa dibilang Anda mewawancarai dengan mereka.

Tapi, dengan santai.

Dari mereka Anda bisa tahu bahwa harga sembako naik karena banyak faktor.

Mulai dari keterbatasan stok, kegagalan panen, sampai banyaknya permintaan dari pembeli.

Dari mereka juga Anda bisa tahu kalau seharusnya ada peran pemerintah sebagai penengah.

Ada solusi lain, misalnya barang substitusi.

Dan banyak hal lainnya.

Dari banyaknya hal yang Anda dan pedagang bicarakan, Anda bisa memuatnya dalam sebuah artikel.

Menarik, kan? Juga, seru.

Karena Anda bisa bersosialisasi dengan orang sambil membicarakan hal yang bermanfaat.

 

Creativity is intelligence having fun! – Albert Einstein

 

5. Membaca Tulisan Lawan

Belajarlah dari musuh, maka Anda akan menjadi lebih kuat.

Pepatah tersebut tidak hanya bisa digunakan di dunia peperangan, lho.

Bisa banget dipraktikkan untuk Anda, penulis pemula.

Lho, penulis punya musuh?

Setiap bidang kerja itu memiliki saingan, readers.

Penulis ya musuhnya penulis.

Bukan musuh dalam arti negatif, ya.

Mengapa?

Karena dari saingan itu, kita bisa belajar sesuatu.

Juga penulis itu memiliki ciri khas dan genre tulisan yang beragam.

Misalnya, dari sesama penulis food blogger, Anda bisa tahu makanan yang trending di kota A.

Dari hal ini, Anda bisa membuat artikel tandingan di kota Anda sendiri.

Menarik, kan?

Bukan plagiarisme, tapi terinspirasi.

Ini yang sering dikatakan para penulis pro.

Selain itu, Anda juga bisa memberi tambahan pada bahasan yang sudah ada.

Misalnya, banyak artikel yang membahas tentang “6 Kuliner Favorit di Surabaya”.

Mengapa hanya 6 jika bisa 10 atau bahkan 20?

Nah, Anda bisa membuat artikel baru dari pemikiran tersebut.

 

 

Gimana?

Sudah tidak bingung lagi cari ide menulis, kan?

Dijamin nggak, deh.

One last tips, dari semua cara tersebut kadang bisa memunculkan banyak ide.

Kurang ide, bingung. Kebanyakan ide, juga bingung.

Terus gimana?

MAKE A LIST!

Ini wajib sekali bagi para penulis pemula.

Tulis ide-ide yang muncul dalam bentuk daftar.

Lalu, buat deadline sendiri.

Misalnya, tujuh ide dalam seminggu.

Cukup mudah, ya?

Menulis itu menjadi lebih mudah jika Anda sudah tahu garis besar yang akan Anda tulis.

Well, selamat menulis, ya!

Jangan lupa share artikel kami jika bermanfaat bagi Anda. 🙂

 

Bagikan kepada teman-teman Anda...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *