Perbedaan Mentega dan Margarin, Baking Lovers Wajib Tahu!

Mau bikin kue dan roti? Tapi, bingung mau pakai mentega atau margarin? Yuk, baca ulasan berikut ini biar kue dan roti Anda lebih enak!

 

Mentega vs Margarin
https://www.thekitchn.com/whats-the-difference-between-butter-and-margarine-223410

 

 

Halo, Baking Lovers! Apa kabarnya hari ini?

Ada rencana membuat pastri super flaky dengan aroma butter yang semerbak weekend nanti?

Kalau iya, Anda harus memastikan persediaan butter Anda masih cukup, ya!

 

Saya masih punya banyak margarin, kok.

Margarin memang bisa digunakan untuk membuat pastri, tapi jika Anda ingin pastri yang berlapis, renyah dan wangi, Anda butuh butter sebagai tambahan utama dalam adonan pastri.

Seperti kata Julia Child, seorang koki masakan Perancis asal Amerika Serikat,“With enough butter, anything is good”.

Jadi, untuk membuat pastry atau bakery yang enak, Anda bisa mencampur butter atau mentega dan margarin dalam komposisi yang tepat, agar rasa dan tekstur yang dihasilkan menjadi lebih enak.

 

“Apa bedanya margarin dengan mentega? Sama-sama berlemak, kan?”

Wait, Anda belum tahu perbedaan mentega dan margarin? Wah, gawat sekali kalau belum.

Jika Anda seorang baking lovers, Anda wajib tahu perbedaan dua bahan penting dalam dunia baking tersebut.

Yuk, baca ulasannya berikut ini!

 

Mentega (Butter)

Mentega
https://www.tasteofhome.com/article/butter-alternative

 

Berasal dari Bahasa Portugis “manteiga”, mentega atau yang sering disebut butter adalah bahan makanan yang dibuat dari lemak hewani seperti sapi atau domba.

Mentega dibuat melalui proses pengocokan atau butter churning yaitu dengan mengocok susu terus-menerus hingga bagian lemak dan airnya terpisah. Lemak yang dihasilkan kemudian dipadatkan dan dicetak sesuai keinginan, dan jadilah mentega.

Mentega yang sudah jadi pun bisa diolah menjadi ghee atau minyak samin, dengan cara dipanaskan menggunakan api kecil hingga warnanya kuning keemasan.

Karena titik leleh mentega hanya berkisar di antara 33 – 35° C, mentega harus disimpan di dalam kulkas agar tidak meleleh dan kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Mentega biasanya digunakan sebagai olesan roti, bahan membuat kue, hingga bahan untuk memasak hidangan tertentu yang membutuhkan aroma dan rasa khas dari mentega.

 

Ada dua jenis mentega yang biasanya digunakan dalam pembuatan kue/roti, yaitu unsalted butter (USB, mentega hambar) dan salted butter (mentega asin).

Dikutip dari Baker Bettie, mentega  yang mengandung lemak jenuh 60-80% berfungsi sebagai penghasil aroma dan rasa yang gurih, memberi tekstur renyah, lembut dan empuk, serta mengurangi efek gluten dari tepung.

Di Indonesia, Anda bisa menemui banyak merek butter yang populer dan mudah ditemukan di supermarket, di antaranya Wijsman, Anchor, Elle & Vire, Orchid, Royal Krone dan Hollman.

Harganya pun relatif, mulai dari Rp 18.000,- hingga Rp 50.000,- per 100 gram.

 

Pada dasarnya, mentega adalah produk olahan susu dengan kadar lemak jenuh yang tinggi, sehingga  memiliki aroma dan rasa unik yang sulit untuk diganti dengan bahan lainnya.

Namun, bila Anda memiliki alergi terhadap produk dairy atau sedang dalam diet vegetarian, Anda harus menghindari mentega.

Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan jenis lemak padat lain yang bisa menggantikan peran mentega, yaitu margarin.

 

Margarin (Margarine)

Margarine
https://www.betterbutter.in/blog/butter-vs-margarine-which-is-healthier/

 

Jika mentega memiliki warna putih gading atau putih kekuningan, margarin cenderung berwarna kuning cerah.

Penyebabnya, margarin dibuat dari lemak nabati atau tumbuhan, seperti minyak kelapa sawit.

Caranya, minyak kelapa sawit dipadatkan melalui proses hidrogenasi, yang kemudian akan membuat kandungan minyak menjadi lebih stabil dan tidak mudah basi.

Proses tersebut sempat menuai kritikan karena menghasilkan trans fat yang membahayakan tubuh. Namun, semakin maju teknologi, proses hidrogenasi pun berkembang hingga bisa memisahkan trans fat dari padatan minyak yang dihasilkan.

 

Karena bahan dasarnya dari tumbuhan, margarin memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah daripada mentega, yakni sekitar 10-15%. Hal inilah yang menyebabkan margarin dianggap lebih menyehatkan daripada mentega.

Selain itu, margarin juga memiliki titik leleh yang lebih tinggi, berkisar 37 – 42° C, sehingga aman jika disimpan di suhu ruangan yang sesuai.

 

Sama seperti mentega, margarin juga digunakan sebagai bahan dalam membuat kue dan roti. Namun, rasa dan aroma yang dihasilkan margarin sangat berbeda dari mentega.

Untuk menyiasatinya, produsen margarin mencampur margarin dengan mentega agar menghasilkan aroma gurih dan tekstur yang lembut.

Tentu saja perbandingan keduanya tidak selalu sama, bergantung pada produsen masing-masing.

Di Indonesia, ada beberapa merek margarin yang populer dan mudah ditemui di toko bahan kue, di antaranya Blue Band, Palmia, Forvita, Filma, Amanda, dan Simas.

Harga margarin juga lebih murah dibandingkan mentega, yaitu sekitar Rp 8.000,- hingga Rp 20.000,- untuk 200 gram. Terjangkau sekali, kan?

 

Selain margarin yang umumnya berwarna kuning, ada pula jenis margarin lain yang sering ditemui dalam resep pastry/bakery, namanya margarin putih (shortening).

Meski disebut sebagai margarin, shortening bisa juga terbuat dari susu atau campuran mentega dan margarin. Pembeda lainnya, shortening tidak mengandung air, karena itu titik lelehnya lebih tinggi dibanding mentega dan margarin, yakni sekitar 40 – 44° C.

 

Titik leleh yang rendah pada margarin memang memudahkan dalam penyimpanan, namun jika digunakan sebagai bahan kue/roti, titik leleh tersebut bisa menyebabkan perubahan tekstur pada kue/roti saat berada pada suhu yang rendah.

 

Suka baking? Yuk, kenali 12 Essential Baking Tools berikut ini agar peralatan baking Anda lebih lengkap!

 

Bagaimana baking lovers? Sudah paham bedanya mentega dan margarin, kan?

Intinya, baik mentega atau margarin memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Anda bisa menggunakan mentega dan margarin sesuai dengan kebutuhan Anda.

Namun, yang lebih penting lagi, sesuaikan dengan resep kue/roti yang akan Anda buat.

Jika pada resep Anda harus menggunakan mentega, namun Anda sedang diet atau alergi susu, Anda bisa mencari alternatif bahan lain seperti margarin atau shortening.

Anda juga harus tahu bahwa aroma, rasa, dan tekstur yang dihasilkan akan berbeda, jadi tidak perlu merasa gagal saat kue/roti Anda terasa berbeda dengan yang Anda harapkan.

 

Sebagai sesama baking lovers, jangan puas hanya dengan membaca ulasan dari kami, ya.

Ada baiknya Anda mencari tahu lebih banyak agar Anda bisa memperdalam pengetahuan dan wawasan tentang dunia baking.

 

Semoga Anda bisa membuat kue dan roti yang enak nan lezat, ya!

 

Happy Baking! ^^

 

Bagikan kepada teman-teman Anda...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *